Kuliner

Budidaya Salak Girikerto

Dari penjelasan Harsono, saya jadi tahu jika salak tak bisa melakukan perkawinan secara alami sehingga perlu dilakukan penyerbukan secara manual oleh petani. Caranya, yakni dengan menaburkan serbuk bunga jantan ke bunga betina. Agar proses pembuahan berjalan lancar dan tidak rusak oleh air hujan, petani biasanya akan menutupnya dengan daun salak yang dibentuk kerucut. Perkawinan ini dilakukan dua hari setelah bunga mekar. Sementara butuh waktu 5-6 bulan untuk memanennya.

Budidaya salak bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan proses pencangkokan atau bisa juga dengan menanam bijinya. Kualitas salak dengan proses pencangkokan akan lebih baik jika dibandingkan dengan menanam biji, karena buah salak dari menanam biji akan terasa lebih sepet. Maka dari itu Harsono dan petani lain lebih memilih melakukan proses pencangkokan. Setelah proses pencangkokan, dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk proses pindah tanam, dan butuh waktu 2-3 tahun untuk siap panen.

Usia produktif pohon salak mencapai 7-12 tahun. Selama masa produktif itu pohon salak tak perlu banyak perlakuan khusus. Petani hanya perlu melakukan perawatan seperti merapikan daun, dan melakukan perkawinan manual seperti yang sudah saja jelaskan tadi. Pohon salak baru akan diganti dengan pohon baru setelah masa produktifnya sudah lewat. Dalam satu tahun, satu pohon salak bisa dua kali panen, dengan sekali panen menghasilkan sekitar tiga kilogram salak.

Help-Desk